Wednesday, May 19, 2010

Orang Tua adalah Sahabat Anak

Kelahiran anak ke dunia adalah anugerah dari sang pencipta,keikutsertaan orang tua dalam mendidik,dan mengarahkan merupakan kunci keberhasilan anak dan juga keberhasilan orang tua karena peran orang tualah hingga anak berhasil . karena orang tua pulalah yang telah melahirkan anak harus bertangung jawab terutama dalam soal mendidiknya. Selain orang tua mendidik dalam hal etika,norma,dan adat,agama adalah yang nomor satu.

Mungkin bisa dikatakan Bobroknya virtuous seorang anak bisa akibat salah satu kesalahan dari orangtuanya dalam hal mendidik anak yang terlalu keras. Sebagai contoh,keluarga yang sedang bermasalah ( stricken household ). Hal tersebut dapat membuat anak menjadi orang yang vaporous.Atau sikap orang tua yang terlalu arogan yang menginginkan anaknya harus sesuai dengan apa yang ada dalam otaknya.Sehingga mereka seolah olah mencetak robot di dalam rumahtangganya. Kebanyakan dari orang tua tidak memikirkan hal ini, yang mereka fikirkan bagaimana anak bisa sukses dan berhasil seperti apa yang mereka harapkan saat anak masih dalam kandungan.

Apalagi pada moment modernisasi sekarang ini, orang tua sangat berperan sekali dalam perkembangan kecanggihan teknologi. Sesuatu yang tidak dapat dihindari bahwa teknologi berkembang dengan pesat sehingga penggunaannya banyak digunakan tidak semestinya, Teknologi Unaffected yang paling sering dimanfaatkan para anak muda sekarang adalah akses internet yang mudah dijumpai, apalagi pornoaksi dan pornografi yang sangat mudah untuk diakses dan yang jelas dapat merusak virtuous sang anak. Teknologi canggih yang semestinya diciptakan untuk menambah wawasan dan mengembangkan tekhnologi itu sendiri malah berakibat pada righteous yang bobrok.Apalagi pergaulan yang negatif adalah merupakan salah satu penyebab kehancuran sang anak itu sendiri.Pergaulan adalah interaksi antara beberapa orang baik kekeluargaan,organisasi,maupun masyarakat.

Akan tetapi pergaulan di stage modernisasi ini telah banyak disalah artikan terutama dikalangan anak muda. Apalagi sekarang kata pergaulan bebas sudah tidak asing lagi didengar oleh siapapun dan terutama bagi kalangan anak muda dan sudah jelas termasuk dalam kategori pergaulan yang negatif.

Nah disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan.Peran orang tua dalam kontek ini seharusnya bukan sebagai orang tua yang memarahai anak karena anak yang salah.Tapi peran orang tua yang diharapkan adalah Orangtua sebagai teman atau sahabat anak.Apalagi saat ini dapat kita lihat banyaknya cara pergaulan para anak muda yang mencontoh gaya ala barat atau yang sering disebut westernisasi dimana etika pergaulan ketimuran telah pupus, mungkin anda pernah atau bahkan sering mendengar kata seks bebas. Seks bebas tampaknya sudah menjadi tren dikalangan remaja dimana saat melakukan hubungan seks sebelum menikah merupakan bebanggan tersendiri buat para remaja yang menganut adat kebaratan itu. Para anak muda sudah menganggap tradisi ini hal yang biasa dilakukan pada saat pacaran bahkan ada yang tidak segan - segan untuk merekam adegan mesum tersebut untuk disebarkan dan ditonton dikhalayak ramai.

Satu lagi permasalahan yang sering ditakuti oleh orang tua yaitu narkoba, sudah jelas barang haram ini dikategorikan sebagai barang berbahaya dan terlarang yang bisa merusak generasi muda. Narkoba menjadi jurang kehancuran bagi sang anak. Ironisnya memakai barang haram ini juga sudah menjadi tren remaja sekarang dengan anggapan bila mengkonsumsi barang ini akan menjadi senang atau yang dikenal dengan bahasa gaulnya ( fly ). Padahal sudah jelas menurut kesehatan mengkonsumsi barang - barang sejenis narkoba sangat merusak kesehatan terutama pada sistem syaraf apalagi dengan mengkonsumsi barang ini akan membuat ketagihan dan ketergantungan, ini sungguh menakutkan.

Apakah kita sebagai orang tua ingin melihat anak hancur masa depannya karena kesalahan yang tidak semestinya terjadi? Di sinilah peran penting orang tua dalam mengontrol dan mengawasi sang buah hati. Menjadi orang tua bukan soal siapa kita, tetapi apa yang dilakukan. Pengasuhan tidak hanya mencakup tindakan tetapi mencakup pula apa yang kita kehendaki agar sang buah hati kita mengerti akan hidup. Apa artinya hidup dan bagaimana menjalani kehidupan ini dengan baik.

Semua pasti ingin menghendaki hal yang terbaik untuk anak - anaknya. Orang tua ingin mendisiplinkan, mendorong, dan menasihati agar mereka berhasil menjalani kehidupan sedari kanak - kanak hingga sampai dewasa. Orang tua harus menjadi yang terbaik dalam hal apapun. Banyak orang tua ingin mendorong anaknya untuk melakukan hal yang terbaik dalam kehidupannya. Termasuk ingin membuat buah hatinya untuk bebas mengeluarkan dan menggali bakat dan minat yang dimiliki sang anak.

Hal yang semestinya dipahami adalah banyak anak mengalami kesulitan untuk membedakan antara menerima atau menolak tindakan atas apa yang mereka lakukan. Misalnya saja penerimaan orang tua terhadap prestasi yang dimiliki atau dicapai anak bisa dianggap anak sebagai rasa cinta orangtua kepadanya, tetapi penolakan yang dilakukan orang tua terhadap tindakan yang dilakukan anak membuat anak beranggapan mereka tidak dicintai dan disayangi lagi. Setiap anak perlu tahu kalau mereka disayangi dan dicintai orang tua dengan sepenuh hati, meskipun sebaliknya, setiap orang tua harus mencintai dan menyayangi sang buah hati tanpa syarat apapun, baik buruknya sifat maupun sikap yang dimiliki sang buah hati, mereka harus menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh anak.

Semua anak ingin diperhatikan kedua orang tuanya. Pernyatan ini sangat sederhana bagi kita semua, tetapi sifatnya fundamental bagi kedua orang dalam mengasuh buah hati mereka. Karenanya dalam pola pengasuhan sebaiknya setiap orang tua tidak boleh membedakan anak satu sama lain.

Kita juga tidak semestinya membedakan buah hati mereka, baik dalam mendidik maupun memberikan perhatian kepada sang anak. Harus ada rasa keadilan, tidak boleh pilih kasih, karena akan menimbulkan kecemburuan diantara anak. Yang ditakutkan nanti akan membuat anak menjadi rusak, bahkan berpikir kalau mereka tidak disayangi lagi, bahkan ada anak yang beranggapan kalau mereka itu bukan anak dari orang tua mereka sendiri, karena selalu dibeda - bedakan dengan yang lainnya.

Orang tua tidak seharusnya memperlihatkan emosi yang negatif kepada anak - ananya. Ketidakmampuan setiap orang tua dalam mengontrol emosi membuat anak menjadi gaseous dan mempunyai sifat maupun sikap yang buruk yaitu mudah emosional. Akibatnya orang tua yang demikian tidak bisa menjadi model atau peran yang baik untuk anak - anaknya dalam mengontrol anak dan mengasuh buah hatinya.

Tujuan orang tua sebenarnya untuk mengkomunikasikan kepada buah hatinya bahwa mereka memiliki hak untuk merasakan apapun yang mereka rasakan, Mengajari sang buah hati untuk menghargai dan menikmati setiap saat dalam kehidupan sehingga mampu memberi motivasi kepada anak dalam mencegah serta menghadapi masalah yang mereka hadapi kedepan.

Terkadang orang tua sering lupa untuk berinteraksi dengan anak - anaknya. Ada diantara mereka yang lebih mementingkan pekerjaan dari pada melakukan hal itu. Bagi mereka hal itu tidak perlu dilakukan. Mereka beranggapan bahwa materi yang dibutuhkan anak, Padahal seorang anak tidak hanya membutuhkan materi namun juga perhatian dan interaksi dengan orangtuanya. Mereka membutuhkan komunikasi dengan orang tuanya, mereka juga ingin bertukar pikiran dengan orang tuanya. Mereka ingin menceritakan pegalaman apa yang mereka rasakan sehari - hari baik itu pangalaman yang baik maupun pengalaman yang buruk.

Sekali lagi yang perlu diingat oleh kedua orang tua adalah jika seorang anak atau remaja kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, besar kemungkinan dia akan menjadi seorang anak dan remaja yang temperamental. Sang anak menjadi bebas dalam melakukan segala hal, baik itu dalam hal kebaikan maupun keburukan. Sebagai orangtua seharusnya memiliki kemampuan untuk memusatkan perhatian pada perilaku positif serta tak lupa pada perilaku buruk sang anak.

Sebagai orang tua yang baik, jangan melihat keburukan atau kebaikan. Namun lihatlah dari tata cara bergaul sang anak, dengan siapa bergaul, bagaimana luas pergaulannya. Bukan sekedar untuk membatasi sang anak dalam bergaul namun diharapkan impian melihat anak sukses mengarungi kehidupan tanpa mengalami kesalahan dalam pergaulan baik dilingkungan keluarga, atau lingkungan luar menjadi sebuah kenyataan. Manfaatnya kembali ke orang tua, sebab sang anak lalu menjadi orang yang menghargai kedua orang tua. * * *



No comments:

Post a Comment