Friday, July 2, 2010

10 Kunci Rumah Tangga Langgeng

BAGI Anda yang baru saja menikah, kehidupan berumah tangga merupakan hal yang menyenangkan. Namun, seiring berjalannya waktu, kesenangan itu berubah menjadi mimpi buruk. Hal itu diakibatkan banyaknya perbedaan antara Anda dan pasangan yang tak ditemukan saat pacaran.

Anda yang sudah menikah belum terlambat untuk menghindari mimpi buruk berkelanjutan dalam rumah tangga. Namun, sepuluh tips berikut ini juga dapat menjadi pengetahuan bagi Anda yang akan melanjutkan hubungan ke pernikahan.

1. Bersiaplah untuk berkorban.

Setiap individu yang mengikatkan diri dalam perkawinan mau tak mau harus siap berkorban bagi pasangannya. Kadang dalam masalah kecil saja, dituntut pengorbanan yang besar.

Contohnya, Anda baru sampai di pintu rumah dan merasa capek, tapi suami ternyata mengeluh badannya meriang dan minta dikerokin. Tentu niat semula hendak langsung beristirahat harus langsung dikesampingkan. Pengorbanan ini Anda dahulukan karena perhatian pada suami Anda anggap jauh lebih penting daripada rasa capek.

Tentu saja pengorbanan semacam ini harus datang dari kedua belah pihak. Bila salah satu bersikap egois, tentu saja dapat menjadi pemicu munculnya perasaan kesal dan diperlakukan tak adil.

2. Tetap punya waktu untuk diri sendiri.

Sangatlah menyenangkan bila Anda memiliki kegiatan atau hobi yang dapat dilakukan bersama. Tapi jangan lupa, Anda juga perlu melakukan sesuatu atau berkegiatan sendiri tanpa didampingi pasangan.

Punya waktu sendiri memberi kesempatan Anda untuk berpisah sementara dengan pasangan. Di saat ini, Anda dapat dengan jernih merefleksikan kembali kehidupan cinta Anda berdua. Kemudian melakukan koreksi diri tentang hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan perkawinan dan menghindari kebosanan karena berduaan terus.

Disamping itu, sendirian sejenak dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi seberapa jauh Anda kangen pada pasangan.

3. Memelihara keintiman dan romantisme.

Suami-istri yang sudah cukup lama berumah tangga kadang kurang peduli terhadap hal yang satu ini. Tak ada lagi kata-kata pujian, makan malam bersama, bahkan perhatian pun kerap jadi barang mahal. Padahal kunci hubungan yang sukses adalah melakukan hal-hal kecil yang berharga bagi pasangan.

Melalui gerak tubuh, kata-kata penuh cinta dan perhatian kecil, rasa cinta dapat tetap terpelihara. Justru ungkapan emosi yang positif terhadap pasangan menjadi "tabungan" bagi hubungan emosi mereka. Jika "rekening" masing-masing sama besarnya, dijamin hubungan akan tetap berlangsung manis di masa datang.

Entah sekadar memberi sekuntum bunga, mencium pipi, menggandeng tangan, saling memuji, atau berjalan-jalan menyusuri tempat-tempat romantis, akan kembali memercikkan rasa cinta kepada pasangan hidup.

4. Pandai mengatur keuangan keluarga

Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini, khususnya pasangan suami-istri muda perkotaan, adalah untuk mencari nafkah. Artinya, faktor ekonomi tak bisa dianggap remeh.

Bayangkan, apa yang bakal terjadi seandainya rumah tangga tak ditopang oleh kondisi finansial yang memadai. Mengatur ekonomi keluarga secara benar juga akan memberi rasa aman dan bahagia.

5. Berbagi tugas rumah-tangga dan pengasuhan anak.

Kedua hal ini memberi kesempatan kepada pasangan untuk bekerja sebagai tim yang solid. Kegiatan membereskan rumah dan mengasuh anak dapat menjadi sarana mempererat tali perkawinan.

6. Komunikasi jujur dan terbuka.

Komunikasi merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri. Banyak suami-istri berkurang intensitas komunikasinya karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Padahal bagaimana komunikasi bisa terjalin mulus bila pasangan sudah tak saling menyapa.

Jadi, cobalah untuk senantiasa menjaga komunikasi dengan pasangan. Luangkan waktu untuk duduk dan ngobrol bersama, sekalipun hanya 5 menit setiap hari. Sempatkan untuk meneleponnya atau mengirim SMS romantis.

Sapaan "selamat pagi" atau "selamat malam" di tempat tidur juga dapat dijadikan ajang berkomunikasi. Intinya, ciptakan komunikasi sehingga masing-masing pribadi merasa dibutuhkan.

7. Jangan memendam masalah.

Sebenarnya ini merupakan bagian dari komunikasi. Namun pada intinya, seperti apa pun perasaan Anda dan pasangan, hendaknya selalu dikomunikasikan. Terutama rasa tidak suka atau yang menyinggung perasaan. Bila Anda malu atau sungkan karena khawatir mendatangkan masalah, sebenarnya Anda justru sedang menyimpan bom yang siap meledak sewaktu-waktu.

Rasa marah yang terpendam juga membuat Anda berusaha menghindari satu sama lain tanpa sebab yang pasti. Jadi, serba enggak enak, kan? Makanya akan lebih baik bila setiap kali muncul perasaan marah atau kesal hendaknya dikemukakan saja agar tidak timbul kesalahpahaman yang berlarut-larut.

Namun kemukakan kekesalan Anda secara santun dan objektif. Artinya, bila Anda kesal atau marah, tunjukkan bahwa Anda hanya ingin dia mengoreksi kelakuannya dan sama sekali bukannya membenci dia sebagai pribadi.

8. Sadarilah Anda berdua adalah pribadi yang berbeda.

Ini bukan hanya dalam waktu singkat, tapi berlangsung untuk selamanya. Jadi wajar bila ikatan perkawinan akan selalu diwarnai perselisihan akibat perbedaan. Bukan saja perbedaan pendapat, tapi juga ketidaksetujuan akibat perbedaan-perbedaan yang lain.

Pasangan yang gagal dalam perkawinan umumnya menaruh harapan terlalu tinggi bahwa pasangannya akan berubah sesuai keinginan dirinya. Sementara pasangan yang perkawinannya awet umumnya lantaran menyikapi perbedaan demi perbedaan dengan bijak.

Perbedaan seyogianya tak harus menghancurkan perkawinan, melainkan justru memperkaya wawasan masing-masing sambil mencari solusi terbaik dengan selalu memprioritaskan kebahagiaan perkawinan.

9. Bersikap spontan.

Kebiasaan positif ini dapat diterapkan kapan saja. Misalnya, ingin menciptakan suasana romantis, mengatur jadwal makan malam di luar, bercinta, saling memuji, memerhatikan dan lain-lain yang sifatnya kejutan. Spontanitas ini bermanfaat untuk menghindari kebosanan dalam perkawinan.

Lagi pula siapa sih yang tak suka mendapat kejutan menyenangkan? Yang penting, kejutan tersebut haruslah tulus dan penuh rasa cinta.

10. Selalu mengingat hal-hal terbaik dalam diri pasangan.

Apa saja hal-hal terbaik dalam diri pasangan yang membuat Anda mengambil keputusan untuk menikah dengannya? Selalu mengingat hal-hal terbaik yang dimiliki pasangan akan selalu menuntun Anda pada sejumlah kenangan manis yang tiada habisnya.

Selain akan membuatnya merasa berharga di mata Anda. Ingat, hidup perkawinan tak luput dari dinamika hidup. Segalanya bisa saja berubah. Namun alasan mengapa Anda dulu begitu mencintainya akan selalu terpatri dalam lubuk hatinya.

Begitu juga sebaliknya, sehingga kedua belah pihak akan selalu bertekad untuk menjaga hal-hal berharga tadi dan mempertahankan perkawinan.

Untuk menerapkan 10 kunci ini memang tak selalu mudah, tapi percayalah, bila diterapkan dengan baik, maka kunci-kunci ini yang dapat menyelamatkan kehidupan rumah tangga.
READ MORE - 10 Kunci Rumah Tangga Langgeng

Pentingnya Ucapan "Terima Kasih" Pada Pasangan

HUBUNGAN suami - istri yang berhasil tidak hanya tergantung pada bagaimana pasangan berbagi tugas - tugas rumah tangga, tetapi pada bagaimana mereka mengekspresikan rasa terima kasih.

Dalam Microcosm Values Survey yang dilakukan Pew Research Cynosure 2 tahun silam, berbagi tugas rumah tangga menempati urutan ketiga ( setelah kesetiaan dan hubungan seksual yang bahagia ) dalam daftar apa yang membuat pernikahan langgeng. Padahal, menurut estimasi sementara, kaum wanita kebagian lebih banyak ( sekitar 2 / 3 ) tugas domestik.

Pembagian tugas sekenanya

Pasangan mana yang mencuci piring - - misalnya, tergantung pada tingkat kesemrawutan masing - masing. Kalau Ted terganggu saat piring - piring kotor memenuhi bak cuci piring, maka Jenny tergerak saat piring - piring kotor tergeletak di dapur. Berarti Jenny yang lebih dulu “bertindak” dan akan membersihkan piring - piring kotor.

Seiring waktu, tugas - tugas rumah tangga akan jadi tanggung jawab masing - masing. Ted akan merapikan kabel - kabel yang berantakan, sedangkan Jenny lebih sering mencuci piring dan mengepel lantai. Kebiasaan yang terjadi dengan sendirinya, sulit mengharapkan adanya ucapan terima kasih atau ekspresi sejenis lainnya.

Ucapan sederhana, “Terima kasih sayang... ”

Sewaktu Jess menanyai subjek penelitian, apakah mereka mengungkapkan rasa terima kasih, jawabannya kebanyakan senada. Mereka lega karena masing - masing punya tugas dan tanggung jawab, namun tidak mengungkapkannya kepada pasangan. Mereka berasumsi, “Dia sudah tahu kok. ”

Mereka yang pasangannya tidak lupa mengucapkan terima kasih, merasa lebih ikhlas melakukan tugas rumah tangga dan lebih puas dengan hubungan mereka.

“Salah satu hal yang bisa menghancurkan hubungan adalah saat Anda memendam amarah dan ketidakpuasan; meski sepele tapi seiring waktu, semuanya bakal meledak, ” kata Benjamin mengingatkan.

“Ekspresi terima kasih sekecil apa spree akan membuat banyak perbedaan. ” Berdasarkan riset, a mild thank you pseudonym ucapan terima kasih menjadi trik yang menjadikan hubungan keduanya harmonis.
READ MORE - Pentingnya Ucapan "Terima Kasih" Pada Pasangan

5 Cara Mengubah Kebiasaan Buruk Pasangan

SUAMI Amy Sutherland, Scott, baik hati dan ramah. Sayangnya Scott pelupa dan tidak rapi. Coba saja kalau Amy pergi ke luar kota beberapa hari, maka rumah mereka yang mungil akan menjelma menjadi kapal pecah. Suatu ketika keduanya mengambil anak anjing untuk dirawat. Selama 6 minggu, Amy melihat perubahan Dixie, anjing berusia 8 minggu ini, saat diikutkan dalam kelas khusus.

Mengagumi transformasi Dixie, Amy seakan mendapat inspirasi: “Mengapa tidak mencobanya pada suami? ” Dan ternyata manjur. Dalam bukunya yang diberi judul What Shamu Taught Me About Life, Hankering and Married: Lessons for Tribe from Animals again Their Trainers, berikut Amy menjelaskan 5 cara pertama.

1. Hentikan mengomel, hentikan berteriak

Amy terbiasa mengomel. Tentang tisu bekas yang bertebaran, handuk yang masih teronggok di lantai, terlalu lama di kamar mandi, apa saja bisa jadi bahan omelan. Amy merasa, perilaku Scott seakan memaksanya terus mengomel. Padahal jika diamati, pelatih anjing tidak pernah mengomel. Mereka bahkan tidak memperbaiki perilaku buruk si anjing. Tapi mereka punya pendekatan yang namanya gentling atau semacam pelatihan afeksi.

Artinya memberi “hadiah” atas perilaku yang mereka sukai / inginkan dan mengabaikan yang mereka tidak suka. Ngomel dan berteriak tidak akan manjur hasilnya. Amy melakukannya selama bertahun - tahun dan Scott masih saja berantakan, pelupa, dan terlambat. Kadang manusia berasumsi bahwa dengan menunjuk apa yang kita tidak suka, sudah cukup menjelaskan apa yang sebenarnya kita inginkan. Pemberian hukuman cenderung memunculkan efek samping berupa apatis, ketakutan, dan agresif. Dan semuanya tidak kondusif untuk suasana belajar. Hewan yang ketakutan atau marah tidak bisa menjadi “siswa” yang baik.

2. Identifikasi jenis “spesies” Anda

Guna mempermudah jalannya pelatihan, pelatih anjing mempelajari banyak hal untuk memahami apa saja kesukaan dan ketidaksukaan anjingnya, apa witticism untuk mempermudah proses belajarnya. Apa yang terjadi pada Amy tidak begitu, awalnya. Teritori Scott terletak pada outstretched regimentation, stereo, makan seenaknya, dan banyak tidur. Cara terbaik untuk memperbaiki, dengan memahami jenis “spesies” seperti apa sih pasangannya itu.

Di mata Amy, Scott tipe malam. Jadi apa saja yang berlangsung pagi hari, percuma deh. Scott orang yang terobsesi makanan, jadi mudah terganggu bahkan gampang disuap dengan makanan! Tapi sama halnya dengan anjing yang tak bisa menghentikan kebiasaan menggali tanah, begitu pula tak ada yang bisa menghentikan Scott dari kehilangan dompet atau kunci. Pelatih yang baik tentu tidak menginginkan hewan yang robotik. Mencintai Scott berarti Amy harus menerima segala kekurangan dan kelebihannya.

3. Abaikan perilaku buruk

Percuma mengomel tentang betapa berantakannya dapur setiap kali Scott memasak atau ketika Amy menemukan kaus kaki kotor di atas kasur. Pelajaran paling berharga dari pelatih anjing: daripada repot menghukum atau menarik perhatian pada perilaku yang Anda tidak suka, lebih baik lupakan atau abaikan saja perilaku yang tidak Anda sukai itu. Idenya, setiap respons - - baik positif atau negatif - - memicu perilaku tertentu.

Jika suatu perilaku tidak memancing respons sama sekali, lama kelamaan perilaku itu akan lenyap. Jadi ketika Scott ( lagi - lagi ) bikin kacau dapur atau sibuk mencari - cari kunci, daripada menghentikan aktivitas saat itu dan membantunya, lebih baik tak mengatakan atau melakukan apa - apa. Abaikan saja. Butuh disiplin, tapi hasilnya lumayan cepat. Scott mencari sendiri dan berhasil menemukan kuncinya tanpa bantuan Amy.

4. good boy!

Perilaku buruk diabaikan dan jangan lupa memberi “hadiah” untuk perilaku baik. Dengan begini perilaku yang diinginkan akan terus muncul. Kalau Scott mencuci mobil, membuang sampah, atau memotong rumput, Amy segera memberinya ucapan terima kasih. Begitu pula saat Scott melempar T - shirt kotor ke dalam keranjang cucian - - meski banyak baju kotor lainnya di kursi - - Amy langsung memberinya ciuman. Melihat ini terjadi, Scott seakan jadi relawan yang segera memindahkan baju kotor di kursi ke dalam keranjang.

5. Membujuk

Bujukan di sini maksudnya, “Kau akan mendapatkan ini, hanya kalau kau melakukan hal tertentu. ” Ada hadiah yang dijanjikan jika dia melakukan sesuatu seperti yang diinginkan. Cara paling umum mengajari anjing untuk duduk adalah dengan memegang makanan di dekat kepalanya, sehingga si anjing akan menjatuhkan bokongnya di lantai. Sebagian pelatih anjing tidak terlalu suka cara ini, mengingat anjing akan punya kesempatan untuk berpikir, apakah hadiahnya cukup besar / layak atau tidak. Amy suka cara - cara seperti ini.

Tapi pastikan hadiahnya layak atau tidak. Sekali waktu Amy mengajak Scott berkeliling toko Ikea dengan ganjaran sepiring bakso di restoran Swedia. Nyatanya hanya berlangsung satu kali saja, begitu Scott mempertimbangkan keliling toko berjam - conserve tidak sepadan dengan sepiring bakso. Toh Amy berhasil membujuknya keluar dari sofa kesayangan saat nonton TV di rumah, setiap kali ia memasak masakan favorit suaminya.
READ MORE - 5 Cara Mengubah Kebiasaan Buruk Pasangan

Menjaga Kehidupan Seks untuk Keutuhan Rumah Tangga

Kehidupan seks yang baik adalah salah satu faktor penentu kebahagiaan sebuah rumah tangga, terutama para pasangan muda. Bukan tidak mungkin ketika kehidupan seks buruk, kehidupan rumah tangga vagary akan ikut menerima dampak buruk, bahkan berujung pada perpisahan.

“Pada masa sekarang, tekanan seks menyebabkan banyak masalah baru dalam rumah tangga. Bahkan mempengaruhi kelangsungan masa depan sebuah ikatan pernikahan, komitmen, dan kebahagian kedua belah pihak, ” ujar Kate Figes, penulis buku ‘Couples: The Truth’.

Sebagai pelengkap data dalam rangka penyusunan buku tersebut, Figes melakukan wawancara terhadap banyak pasangan yang sudah lama menjalin hubungan. Umumnya para responden menjawab bahwa hubungan mereka cukup stabil, karena masing - masing sudah merasa nyaman berbicara apapun kepada pasangannya.

“Akan tetapi, ketika saya bertanya perihal seks, salah satunya pasti berkata mereka menginginkan seks lebih banyak dari yang mereka dapatkan. Biasanya si pria yang berkata demikian, ” lanjut Figes.

Berkurangnya frekuensi seks, kata Figes, juga berpotensi menyebabkan pasangan selingkuh untuk memuaskan hasrat biologisnya dirasakan masih jauh dari cukup.

Meski begitu, kata Figes, jika kehidupan seks sudah sulit diperbaiki, saatnya kembali kepada cinta yang semula menyatukan sebuah pasangan. Namun jika sejak awal orientasi sebuah pernikahan hanyalah seks, niscaya pernikahan itu tak kan berlangsung lama, karena tak terbangun dari rasa cinta yang hakiki.

“Seks bisa saja menjauhkan Anda, namun cinta akan menyatukan kembali, ” pungkas Figes.
READ MORE - Menjaga Kehidupan Seks untuk Keutuhan Rumah Tangga