SUAMI Amy Sutherland, Scott, baik hati dan ramah. Sayangnya Scott pelupa dan tidak rapi. Coba saja kalau Amy pergi ke luar kota beberapa hari, maka rumah mereka yang mungil akan menjelma menjadi kapal pecah. Suatu ketika keduanya mengambil anak anjing untuk dirawat. Selama 6 minggu, Amy melihat perubahan Dixie, anjing berusia 8 minggu ini, saat diikutkan dalam kelas khusus.
Mengagumi transformasi Dixie, Amy seakan mendapat inspirasi: “Mengapa tidak mencobanya pada suami? ” Dan ternyata manjur. Dalam bukunya yang diberi judul What Shamu Taught Me About Life, Hankering and Married: Lessons for Tribe from Animals again Their Trainers, berikut Amy menjelaskan 5 cara pertama.
1. Hentikan mengomel, hentikan berteriak
Amy terbiasa mengomel. Tentang tisu bekas yang bertebaran, handuk yang masih teronggok di lantai, terlalu lama di kamar mandi, apa saja bisa jadi bahan omelan. Amy merasa, perilaku Scott seakan memaksanya terus mengomel. Padahal jika diamati, pelatih anjing tidak pernah mengomel. Mereka bahkan tidak memperbaiki perilaku buruk si anjing. Tapi mereka punya pendekatan yang namanya gentling atau semacam pelatihan afeksi.
Artinya memberi “hadiah” atas perilaku yang mereka sukai / inginkan dan mengabaikan yang mereka tidak suka. Ngomel dan berteriak tidak akan manjur hasilnya. Amy melakukannya selama bertahun - tahun dan Scott masih saja berantakan, pelupa, dan terlambat. Kadang manusia berasumsi bahwa dengan menunjuk apa yang kita tidak suka, sudah cukup menjelaskan apa yang sebenarnya kita inginkan. Pemberian hukuman cenderung memunculkan efek samping berupa apatis, ketakutan, dan agresif. Dan semuanya tidak kondusif untuk suasana belajar. Hewan yang ketakutan atau marah tidak bisa menjadi “siswa” yang baik.
2. Identifikasi jenis “spesies” Anda
Guna mempermudah jalannya pelatihan, pelatih anjing mempelajari banyak hal untuk memahami apa saja kesukaan dan ketidaksukaan anjingnya, apa witticism untuk mempermudah proses belajarnya. Apa yang terjadi pada Amy tidak begitu, awalnya. Teritori Scott terletak pada outstretched regimentation, stereo, makan seenaknya, dan banyak tidur. Cara terbaik untuk memperbaiki, dengan memahami jenis “spesies” seperti apa sih pasangannya itu.
Di mata Amy, Scott tipe malam. Jadi apa saja yang berlangsung pagi hari, percuma deh. Scott orang yang terobsesi makanan, jadi mudah terganggu bahkan gampang disuap dengan makanan! Tapi sama halnya dengan anjing yang tak bisa menghentikan kebiasaan menggali tanah, begitu pula tak ada yang bisa menghentikan Scott dari kehilangan dompet atau kunci. Pelatih yang baik tentu tidak menginginkan hewan yang robotik. Mencintai Scott berarti Amy harus menerima segala kekurangan dan kelebihannya.
3. Abaikan perilaku buruk
Percuma mengomel tentang betapa berantakannya dapur setiap kali Scott memasak atau ketika Amy menemukan kaus kaki kotor di atas kasur. Pelajaran paling berharga dari pelatih anjing: daripada repot menghukum atau menarik perhatian pada perilaku yang Anda tidak suka, lebih baik lupakan atau abaikan saja perilaku yang tidak Anda sukai itu. Idenya, setiap respons - - baik positif atau negatif - - memicu perilaku tertentu.
Jika suatu perilaku tidak memancing respons sama sekali, lama kelamaan perilaku itu akan lenyap. Jadi ketika Scott ( lagi - lagi ) bikin kacau dapur atau sibuk mencari - cari kunci, daripada menghentikan aktivitas saat itu dan membantunya, lebih baik tak mengatakan atau melakukan apa - apa. Abaikan saja. Butuh disiplin, tapi hasilnya lumayan cepat. Scott mencari sendiri dan berhasil menemukan kuncinya tanpa bantuan Amy.
4. good boy!
Perilaku buruk diabaikan dan jangan lupa memberi “hadiah” untuk perilaku baik. Dengan begini perilaku yang diinginkan akan terus muncul. Kalau Scott mencuci mobil, membuang sampah, atau memotong rumput, Amy segera memberinya ucapan terima kasih. Begitu pula saat Scott melempar T - shirt kotor ke dalam keranjang cucian - - meski banyak baju kotor lainnya di kursi - - Amy langsung memberinya ciuman. Melihat ini terjadi, Scott seakan jadi relawan yang segera memindahkan baju kotor di kursi ke dalam keranjang.
5. Membujuk
Bujukan di sini maksudnya, “Kau akan mendapatkan ini, hanya kalau kau melakukan hal tertentu. ” Ada hadiah yang dijanjikan jika dia melakukan sesuatu seperti yang diinginkan. Cara paling umum mengajari anjing untuk duduk adalah dengan memegang makanan di dekat kepalanya, sehingga si anjing akan menjatuhkan bokongnya di lantai. Sebagian pelatih anjing tidak terlalu suka cara ini, mengingat anjing akan punya kesempatan untuk berpikir, apakah hadiahnya cukup besar / layak atau tidak. Amy suka cara - cara seperti ini.
Tapi pastikan hadiahnya layak atau tidak. Sekali waktu Amy mengajak Scott berkeliling toko Ikea dengan ganjaran sepiring bakso di restoran Swedia. Nyatanya hanya berlangsung satu kali saja, begitu Scott mempertimbangkan keliling toko berjam - conserve tidak sepadan dengan sepiring bakso. Toh Amy berhasil membujuknya keluar dari sofa kesayangan saat nonton TV di rumah, setiap kali ia memasak masakan favorit suaminya.
Mengagumi transformasi Dixie, Amy seakan mendapat inspirasi: “Mengapa tidak mencobanya pada suami? ” Dan ternyata manjur. Dalam bukunya yang diberi judul What Shamu Taught Me About Life, Hankering and Married: Lessons for Tribe from Animals again Their Trainers, berikut Amy menjelaskan 5 cara pertama.
1. Hentikan mengomel, hentikan berteriak
Amy terbiasa mengomel. Tentang tisu bekas yang bertebaran, handuk yang masih teronggok di lantai, terlalu lama di kamar mandi, apa saja bisa jadi bahan omelan. Amy merasa, perilaku Scott seakan memaksanya terus mengomel. Padahal jika diamati, pelatih anjing tidak pernah mengomel. Mereka bahkan tidak memperbaiki perilaku buruk si anjing. Tapi mereka punya pendekatan yang namanya gentling atau semacam pelatihan afeksi.
Artinya memberi “hadiah” atas perilaku yang mereka sukai / inginkan dan mengabaikan yang mereka tidak suka. Ngomel dan berteriak tidak akan manjur hasilnya. Amy melakukannya selama bertahun - tahun dan Scott masih saja berantakan, pelupa, dan terlambat. Kadang manusia berasumsi bahwa dengan menunjuk apa yang kita tidak suka, sudah cukup menjelaskan apa yang sebenarnya kita inginkan. Pemberian hukuman cenderung memunculkan efek samping berupa apatis, ketakutan, dan agresif. Dan semuanya tidak kondusif untuk suasana belajar. Hewan yang ketakutan atau marah tidak bisa menjadi “siswa” yang baik.
2. Identifikasi jenis “spesies” Anda
Guna mempermudah jalannya pelatihan, pelatih anjing mempelajari banyak hal untuk memahami apa saja kesukaan dan ketidaksukaan anjingnya, apa witticism untuk mempermudah proses belajarnya. Apa yang terjadi pada Amy tidak begitu, awalnya. Teritori Scott terletak pada outstretched regimentation, stereo, makan seenaknya, dan banyak tidur. Cara terbaik untuk memperbaiki, dengan memahami jenis “spesies” seperti apa sih pasangannya itu.
Di mata Amy, Scott tipe malam. Jadi apa saja yang berlangsung pagi hari, percuma deh. Scott orang yang terobsesi makanan, jadi mudah terganggu bahkan gampang disuap dengan makanan! Tapi sama halnya dengan anjing yang tak bisa menghentikan kebiasaan menggali tanah, begitu pula tak ada yang bisa menghentikan Scott dari kehilangan dompet atau kunci. Pelatih yang baik tentu tidak menginginkan hewan yang robotik. Mencintai Scott berarti Amy harus menerima segala kekurangan dan kelebihannya.
3. Abaikan perilaku buruk
Percuma mengomel tentang betapa berantakannya dapur setiap kali Scott memasak atau ketika Amy menemukan kaus kaki kotor di atas kasur. Pelajaran paling berharga dari pelatih anjing: daripada repot menghukum atau menarik perhatian pada perilaku yang Anda tidak suka, lebih baik lupakan atau abaikan saja perilaku yang tidak Anda sukai itu. Idenya, setiap respons - - baik positif atau negatif - - memicu perilaku tertentu.
Jika suatu perilaku tidak memancing respons sama sekali, lama kelamaan perilaku itu akan lenyap. Jadi ketika Scott ( lagi - lagi ) bikin kacau dapur atau sibuk mencari - cari kunci, daripada menghentikan aktivitas saat itu dan membantunya, lebih baik tak mengatakan atau melakukan apa - apa. Abaikan saja. Butuh disiplin, tapi hasilnya lumayan cepat. Scott mencari sendiri dan berhasil menemukan kuncinya tanpa bantuan Amy.
4. good boy!
Perilaku buruk diabaikan dan jangan lupa memberi “hadiah” untuk perilaku baik. Dengan begini perilaku yang diinginkan akan terus muncul. Kalau Scott mencuci mobil, membuang sampah, atau memotong rumput, Amy segera memberinya ucapan terima kasih. Begitu pula saat Scott melempar T - shirt kotor ke dalam keranjang cucian - - meski banyak baju kotor lainnya di kursi - - Amy langsung memberinya ciuman. Melihat ini terjadi, Scott seakan jadi relawan yang segera memindahkan baju kotor di kursi ke dalam keranjang.
5. Membujuk
Bujukan di sini maksudnya, “Kau akan mendapatkan ini, hanya kalau kau melakukan hal tertentu. ” Ada hadiah yang dijanjikan jika dia melakukan sesuatu seperti yang diinginkan. Cara paling umum mengajari anjing untuk duduk adalah dengan memegang makanan di dekat kepalanya, sehingga si anjing akan menjatuhkan bokongnya di lantai. Sebagian pelatih anjing tidak terlalu suka cara ini, mengingat anjing akan punya kesempatan untuk berpikir, apakah hadiahnya cukup besar / layak atau tidak. Amy suka cara - cara seperti ini.
Tapi pastikan hadiahnya layak atau tidak. Sekali waktu Amy mengajak Scott berkeliling toko Ikea dengan ganjaran sepiring bakso di restoran Swedia. Nyatanya hanya berlangsung satu kali saja, begitu Scott mempertimbangkan keliling toko berjam - conserve tidak sepadan dengan sepiring bakso. Toh Amy berhasil membujuknya keluar dari sofa kesayangan saat nonton TV di rumah, setiap kali ia memasak masakan favorit suaminya.
No comments:
Post a Comment